Warga Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Buton, Ini Jawaban Distributor

Warga Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Buton, Ini Jawaban Distributor
Toko Mekar Tani yang terletak di Kota Baubau.

BUTON - Kelangkaan pupuk bersubsidi (Urea) mulai dikeluhkan warga di beberapa desa di Kabupaten Buton sejak tahun 2020. Pihak distributor mensinyalir hal tersebut terjadi akibat kurang tepatnya data yang terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), Rabu (14/04/2021). 

Lukman, selaku distributor daerah Kabupaten Buton mengatakan sebagian nama yang dimasukkan di e-RDKK tidak sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK), sehingga sebagian masyarakat tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. 

"Ketika nama-nama mereka kita masukkan ke sistem, itu banyak ditolak oleh sistem, walaupun dipaksakan tetap tidak bisa, karena ini sistem sudah ada yang mengatur, " ucapnya.

Bahkan, ia menduga jika kelangkaan ini kemungkinan besar disebabkan adanya kelompok tani yang menjual pupuk setelah diambil sesuai e-RDKK.

"Mungkin mereka jual lagi itu, jadi yang lain tidak kebagian, " ungkap Lukman.

Ia juga mengatakan bila stock yang disiapkan oleh pemerintah saat ini, belum memenuhi jumlah kuota yang dimasukkan oleh Kelompok Tani.

"Mereka masukkan e-RDKK Misalkan 100, sementara disiapkan pemerintah tidak sampai 100. Jadi otomatis tidak kebagian yang lain, " kata Lukman.

Disisi lain, ada pupuk Urea nonsubsidi yang dijual Rp. 350.000, - per karung berkapasitas 50 kilogram, dan ada pula yang dijual dengan harga Rp. 10.000, - per kilogram.

Sebelumnya, pihak Kelompok Tani yang sementara menaikkan pupuk diatas mobil, pihak pemilik toko mendatangi dan menyuruh karyawannya untuk menurunkan kembali pupuk tersebut.

"Jadi itu memang kita suruh turunkan karena itu bukan bagiannya mereka, itu untuk di Kapuntori. Sekarang kami sudah serahkan ke pengecer, kami sudah siapkan di kios-kios itu, dikapuntori juga sudah ada, di Lasalimu Selatan itu ada kios Desi Desa Wajaya juga yang sudah sediakan. Jadi petani tinggal beli saja di situ, " ungkap Lukman.

Sebelumnya, diberitakan Kepala Desa Rejosari, Sahirudin Badi, S.Pd membenarkan adanya keluhan dari masyarakatnya.

"Memang kita sudah ke toko juga, tapi kata bosnya itu habis pupuknya, " ucapnya.

Sesuai Delivery Order (DO) pada tanggal 21 Desember 2020 kata Sahirudin, ada 60 sak yang telah dibayarkan oleh pihak BUMDes melalui Pemerintah desa kepada pihak Toko Mekar Tani yang beralamat di Kota Baubau. 

"Tanggal 21 Desember 2020 kami sudah DO 60 sak pupuk Urea dan itu sudah dibayar lunas, tapi yang baru diambil 20 sak alasannya toko itu katanya Habis, jadi sisanya tinggal 40, " ujar Sahirudin.

"Pada tanggal 18 Februari 2021 kami baru bisa ambil lagi 25 sak, dan itu pun harga dinaikkan dari semula Rp. 90.000 naik jadi Rp. 110.000 alasan habis lagi. Sisa 15 sak sampai sekarang ini belum bisa diambil, sementara petani harusnya sejak bulan lalu (Januari dan Februari tahun 2021) sudah harus dipakai pupuknya, " tambahnya mengakhiri. (Harianto)

Buton Sultra
La Anto

La Anto

Previous Article

Insiden Pembakaran Jembatan Milik PT Tiran,...

Next Article

Junjung Tinggi Toleransi Antar Umat Beragama,...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 81

Postingan Tahun ini: 520

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 35

Postingan Tahun ini: 988

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 28

Postingan Tahun ini: 172

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 26

Postingan Tahun ini: 515

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Azhar Harahap

Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
Hasil PSU Pilkada Di Gugat Ke MK, Daerah PSU Masuk Sengketa Jilid II
Polemik, Terjadi Dualisme Ketua DPC Partai Gerindra di Bantaeng

Follow Us

Recommended Posts

6 Orang Diperiksa Jaksa Kejagung RI Sebagai Saksi Dugaan Korupsi pada PT. ASABRI
Jampidum Terima SPDP Dari Densus 88 Tentang Dugaan Pidana Terorisme Tersangka M
Terhitung Mulai 6 Mei 2021, Pemerintah Tiadakan Arus Mudik dari Buton Tengah ke Baubau
Terindikasi Rusak Lingkungan Sekitar, Komunitas SEM Tolak Perkebunan Tebu di Kulbar
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Bhabinkamtibmas Jadi  Problem Solving  Masyarakat