Anggota DPRD Busel Pelopori Budidaya Tanaman Porang di Kelurahan Busoa

Anggota DPRD Busel Pelopori Budidaya Tanaman Porang di Kelurahan Busoa
Anggota DPRD Busel asal PDI-P, Karlina Sukarman saat mempelopori penanaman Porang di Kelurahan Busoa.

BUTON SELATAN - Salah satu anggota DPRD Buton Selatan (Busel) asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Karlina Sukarman mempelopori pembudidayaan tanaman porang di kalangan para petani yang ada di Kelurahan Busoa, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel) pada Sabtu, (23/01/2021).

Sebagai tahap pertama, penanaman dilakukan sebanyak kurang lebih 1.000 (Seribu) bibit dalam bentuk umbi yang ditanam di lahan yang telah disiapkan warga, hal ini menyusul tingginya nilai jual porang di pasaran. 

Karlina mengungkapkan, penanaman porang merupakan progres berkepanjangan untuk mewujudkan kesejahteraan petani milenial, melalui budidaya tanaman komoditas ekspor di Busel.

"Setelah di lahan ini porang sudah mulai berbuah besar, anakan porang ini kemudian kita jadikan lagi bibit dan kita berikan ke warga lain untuk ditanam hingga kemudian jumlah porang ini semakin banyak, " ungkapnya.

Tidak hanya diberikan bibit kata Karlina, para petani juga akan diberikan penyuluhan agar dapat menghasilkan pertanian porang yang maksimal.

Selain itu, Karlina juga menuturkan bahwa ia bakal memfasilitasi para petani di Kelurahan Busoa untuk memasarkan hasil pertanian porangnya 

"Di makassar ada empat pabrik, di daerah Jawa ada 20 pabrik, ini semuanya kita akan kerja sama untuk penjualan hasil porang ini. Jadi masyarakat tidak sulit untuk memasarkan hasilnya, " tuturnya.

Kehadiran Karlina Sukarman di tengah-tengah para petani turut membawa semangat baru bagi para petani porang.

"Saya baru tahu ini ada porang, saya juga merasa semangat dan suka karena ibu Karlina langsung ke lapangan memberikan arahan untuk masa depan petani dengan menanam porang, " ungkap Wa Endi, salah seorang petani yang ikut menanam porang.

Koordinator kelompok Petani, Januar Saputra memberikan gambaran mengenai program maupun target kedepan.

"Delapan hektar (8 ha) kami target per tahunnya untuk mencapai tujuan ekspor, sasaran kami kedepannya ekspor ke Jepang. Hanya saat ini kami baru melakukan komunikasi dengan beberapa pabrik seperti di makassar dan juga ada di Jawa, " ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini, tanaman porang banyak dibudidayakan sebagai bahan pembuatan tepung, nasi, dan mi shirataki. Selain digunakan sebagai bahan pangan, tanaman porang juga banyak digunakan sebagai bahan baku pelapis anti air, cat, pengental, negatif film, bahan baku lem, kosmetika, hingga pita seluloid. 

Untuk diketahui, Catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan bahwa ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11, 31 miliar ke beberapa negara seperti Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya. 

Umbi porang saat ini masih banyak yang berasal dari hutan dan belum banyak dibudidayakan. Ada beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini, yaitu di daerah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung serta di Kabupaten Maros.

Penulis: Hari

Sultra Buton Selatan
La Anto

La Anto

Previous Article

Penetapan APBD 2021, Bupati Surunuddin Apresiasi...

Next Article

Terima Aduan LSM, DPRD Konut Sidak PT Roshini...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 81

Postingan Tahun ini: 520

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 35

Postingan Tahun ini: 988

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 28

Postingan Tahun ini: 172

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 26

Postingan Tahun ini: 515

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Azhar Harahap

Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
Hasil PSU Pilkada Di Gugat Ke MK, Daerah PSU Masuk Sengketa Jilid II
Polemik, Terjadi Dualisme Ketua DPC Partai Gerindra di Bantaeng

Follow Us

Recommended Posts

6 Orang Diperiksa Jaksa Kejagung RI Sebagai Saksi Dugaan Korupsi pada PT. ASABRI
Jampidum Terima SPDP Dari Densus 88 Tentang Dugaan Pidana Terorisme Tersangka M
Terhitung Mulai 6 Mei 2021, Pemerintah Tiadakan Arus Mudik dari Buton Tengah ke Baubau
Terindikasi Rusak Lingkungan Sekitar, Komunitas SEM Tolak Perkebunan Tebu di Kulbar
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Bhabinkamtibmas Jadi  Problem Solving  Masyarakat